kebangkitan sepakbola jerman

Diantara 5 kompetisi elit sepak bola Eropa, Bundes Liga (Liga jerman) bukanlah yang paling dikenal di dunia. Secara global, fans klub-klub Bundesliga masih kalah banyak dari kompetisi lain, seperti Serie A, Premier league atau pun Laliga.

Tetapi untuk sekarang Bundesliga, bukan lah kompetisi biasa lagi, Bundesliga sudah mulai dikenal dan sebagian klub-klub yang berlaga di Bundesliga sudah mendapatkan reputasi yang menakutkan di kancah Eropa.

3 klub wakil dari jerman untuk liga champion eropa 2013 berhasil lolos ke fase 16 besar. Bukan sekedar lolos saja, tetapi ketiga klub tersebut yakni, Borussia Dortmund, Bayer Munich, dan Shcalke 04 lolos dengan predikat sebagai juara group. Bahkan untuk Borussia dortmund dan Shcalke 04 menjadi juara group tanpa terkalahkan dalam fase group tahun lalu.

Di kompetisi kasta kedua Eropa (Liga Europa), empat wakil jerman lainnya lolos ke babak 32 besar Bayer 04 Leverkusen, Borussia Mönchengladbach, VfB Stuttgart dan Hannover 96 akan mengadu nasib untuk menjadi yang terbaik di kompetisi itu.

Jelas bahwa kini tak ada yang suka jika harus berhadapan dengan tim Jerman. Tetapi otoritas Bundesliga mengatakan bahwa perkembangan bagus sepakbola Jerman tidak diraih dengan mudah.

Berikut adalah kronologi kebangkitan sepakbola Jerman yang disusun oleh otoritas Bundesliga.

1. Era kegelapan

Pada pergantian milenium, Jerman merasakan akibat jangka panjang dari kompetisi lokal yang kurang tertata. Timnas mereka dihuni pemain-pemain tua dan Bundesliga tak mampu menyediakan pemain muda berkualitas.

Jerman yang merupakan juara bertahan Euro harus tersisih oleh tim non-unggulan Portugal dengan skor 0-3. Jerman semakin malu setelah kalah dari Inggris pada tahun itu. Kekalahan itu menjadi noda karena Jerman sebelumnya tak pernah kalah dari The Three Lions selama 34 tahun di ajang kompetitif.

2. Mencari arah baru

Publik Sepakbola Jerman merasa perlu menemukan arah baru untuk memperbaiki prestasi klub dan timnas mereka. Jerman ingin mengembalikan kejayaan masa lalu yang pernah mereka nikmati. Namun kali ini dipastikan bahwa hasilnya akan dinikmati semua klub, bukan hanya klub-klub besar saja.

Asosiasi Sepakbola Jerman (DFB) bersama Otoritas Liga Jerman (DFL) setuju untuk melakukan investasi besar-besaran untuk pemain muda. Mereka mengarahkan semua usaha agar Bundesliga bisa terus menghasilkan pemain berkualitas.

DFL tak malu mengakui bahwa mereka meniru sebagian konsep yang telah dikembangkan oleh Prancis di Clairefontaine. Mereka bahkan mengembangkan aturan yang lebih bagus untuk diaplikasikan pada Bundesliga dan Bundesliga 2. Jerman hanya butuh waktu setahun untuk menyiapkan semuanya karena tahun 2001 rencana mereka mulai diaplikasikan.

3. Hasil kerja keras

Nyaris satu dasawarsa berselang, buah dari kerja keras otoritas sepakbola Jerman mulai terlihat. Yang paling jelas adalah banyaknya bakat muda yang bisa dipilih oleh pelatih Joachim Low pada Piala DUnia 2010 Afrika Selatan.

Low mengatakan bahwa Jerman seperti menjadi ladang emas bagi pelatih timnas karena banyaknya pemain muda berkualitas yang bisa dipilih. Nationamannschaft, julukan timnas Jerman berhasil mencapai semifinal dengan pemain-pemain muda hasil didikan kompetisi dalam negeri.

Sayang, keberhasilan timnas belum bisa diikuti oleh klub-klub Jerman di pentas Eropa. Dortmund yang merupakan juara Bundesliga tak bisa berbicara banyak di Liga Champions musim lalu dan finis di tempat terakhir pada fase grup.

4. Kebangkitan Klub-klub Bundesliga

Dortmund rupanya hanya butuh sedikit pengalaman untuk bisa kembali bersaing menjadi yang terbaik di Benua Biru. Setahun setelah gagal total di Liga Champions, mereka kembali dengan lebih kuat. Imbasnya, Dortmund mampu menjadi juara Grup D yang merupakan grup paling berat musim ini.

Dortmund melenggang dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang. Hebatnya, skuad Jurgen Klopp ini tampil gemilang di Eropa dengan usia rata-rata skuad yang baru 23 tahun. Kebanyakan dari pemain mereka juga adalah produk asli akademi di Jerman.

Dortmund bahkan disebut-sebut menjadi salah satu kandidat peraih gelar juara Liga Champions musim ini. Benar atau tidak prediksi itu nantinya, Dortmund dipastikan akan kembali ke Liga Champions musim depan dengan pengalaman yang lebih.

5. Kemajuan Menyeluruh

Bukan hanya Dortmund yang merasakan hasil revolusi sepakbola Jerman. Klub-klub lain pun menikmati aliran pemain-pemain muda berkualitas.

Schalke, contohnya, berhasil lolos ke babak 16 besar juga tanpa terkalahkan di fase grup. Permainan menarik dengan pemain-pemain seperti Julian Draxler dan Lewis Holtby menjadikan rival lokal Dortmund ini kembali diperhitungkan.

Hal yang sama juga dirasakan oleh empat tim yang berlaga di Liga Europa. Ada Gonzalo Castro, Lars Bender dan Andre Schürrle di Leverkusen. Stuttgart punya Serdar Tasci dan Sven Ulreich, Hannover punya Lars Stindl dan Konstantin Rausch. Di Gladbach, ada Patrick Hermann dan Marc-Andre ter Stegen. Semuanya adalah pemain muda hasil pembinaan di Jerman.

6. Permainan Memukau

Didukung dengan pemain-pemain berkualitas, klub-klub Bundesliga bisa menghadirkan permainan memukau. Tim sekelas Real Madrid atau Arsenal pun angkat topi atas permainan yang ditunjukkan oleh Dortmund dan Schalke.

Jika permainan indah Bayern Munich juga dimasukkan ke dalam hitungan, maka bisa disimpulkan bahwa tim-tim Jerman lebih menyukai sepakbola menyerang nan disiplin khas Jerman

7. Produksi tanpa henti

Secara tradisi, Bayern Munich adalah klub yang paling banyak menyumbang pemain ke timnas Jerman. Mereka masih melakukannya dengan mengirim Philipp Lahm, Bastian Schwaeinsteiger, Thomas Muller dan Holger Badstuber yang merupakan pemain binaan mereka ke Jerman. Selain itu, masih ada Manuel Neuer dan Toni Kroos yang juga binaan asli Jerman.

Yang menarik, meski Bundesliga terus mengekspor pemain-pemain mereka ke liga lain, pemain bintang baru selalu bermunculan.

Ada fenomena menarik lainnya di Jerman. Tim besar seperti Bayern Munich tak bisa lagi dengan mudah mencomot pemain bintang tim Jerman lainnya. Sebelumnya, klub-klub Jerman seperti tak berdaya dengan kekuatan finansial Bayern yang memang digdaya. Kini, klub-klub Jerman sudah bisa berkata tidak saat Bayern berusaha mengambil pemain terbaik mereka.

8. Menjadi panutan Internasional

Kebijakan Jerman untuk mengutamakan pembinaan pemain muda mereka mendapat banyak pengakuan dari seluruh Eropa. Kesuksesan melakukan regenerasi tanpa henti berdampak positif nyaris di semua aspek sepakbola Jerman.

Kekuatan tim-tim Jerman meningkat, kondisi finansial semua klub membaik, iklim kompetisi memanas dan profil Bundesliga semakin bagus di mata penggemar sepakbola dunia. Jika kondisi sepakbola Eropa terus berlangsung seperti saat ini, maka tinggal menunggu waktu saja sampai Bundesliga menjadi kompetisi terbaik Benua Biru.

Kesuksesan Jerman ini nyatanya mampu membuka mata negara lain. Italia dengan Serie A mereka yang sempat terpuruk usai skandal Calciopoli mulai meniru gaya pengembangan pemain di Jerman. Kesulitan keuangan membuat mereka menyadari bahwa kesuksesan tak harus ditempuh dengan mahal, tetapi dengan kerja keras.

9. Pengakuan Dunia

Musim ini, tak ada negara lain yang berhasil meloloskan semua wakilnya ke fase knockout Liga Champions dan Liga Europa. Kemajuan pesat Bundesliga ini mendapat apresiasi dari banyak tokoh sepakbola.

Sir Alex Ferguson mengakui bahwa kualitas Bundesliga secara umum terus menanjak. “Liga Jerman semakin naik. Stadion mereka sangat megah, pertandingan mereka berkualitas dan dihiasi banyak gol.”

David Moyes juga berpikiran serupa. Pelatih Everton ini ingin merasakan melatih di luar negeri dan kompetisi yang dipilihnya adalah Bundesliga. Moyes menganggap klub-klub Jerman telah menghidupkan kompetisi Eropa. Yang paling dikagumi Moyes adalah permainan Dortmund ketika menghadapi City.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s