Tafsir Surat Al Insan

Sesungguhnya surat al Insan yang kita baca ini memiliki kandungan yang sangat menakjubkan meski ringkas. Allah Subhanahu wa Ta’ala memulainya dengan penyebutan penciptaan manusia dari nuthfah (hasil pembuahan antara sel telur lelaki dan wanita) yang bercampur. Sampai Allah mengeluarkannya sebagai manusia yang sempurna, bisa mendengar lagi melihat.

Begitu daya tangkap dan penalarannya beranjak sempurna, Allah menunjukinya kepada dua jalan. Yaitu jalan kebaikan dan kejelekan. Allah Subahnahu wa Ta’ala berfirman :

إِنَّا هَدَيْنَاهُ السَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرًا وَإِمَّا كَفُورًا

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. [al Insan:3].

Berikutnya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengemukakan tempat kesudahan orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang kufur, serta apa-apa yang disediakan bagi masing-masing golongan itu.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

يُدْخِلُ مَن يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ ۚ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

Dia memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakan-Nya adzab yang pedih. [al Insan:31].

Jadi, Allah memulai surat ini dengan fase pertama manusia, yaitu nuthfah, dan mengakhiri surat al Insan dengan menyebutkan keadaan fase penghujung kehidupanrnya. Yaitu, menjadi yang meraih rahmat atau tertimpa siksa.

Di tengah-tengah ayat, Allah menyebutkan amal perbuatan dua golongan manusia. Mengenai orang-orang yang ditimpa siksaan dan orang-orang yang mendapatkan rahmat.

dalam surat ini, mengandung dua klasifikasi anak Adam. Mereka itu, menjadi golongan kiri -yaitu kaum kuffar- dan golongan kanan, golongan kanan terbagi menjadi dua bagian, yaitu golongan Abrar (orang-orang yang berbuat kebajikan) dan golongan Muqarrabun (orang-orang yang didekatkan kepada Allah).

Golongan Abrar beribadah dan beramal untuk menjalankan kewajiban dari Allah karena takut siksaan Allah, Sedangkan golongan Muqarrabun beribadah dan beramal semata-mata untuk menepati ketaatan kepada Allah dan menjalankan hak Allah karena ingin dekat dengan Sang Pencipta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan, minuman kaum al abrar dicampur dengan minuman para hamba Allah dari kalangan muqarrabun. Karena mereka juga mencampur amalan-amalan mereka. Sedangkan kalangan muqarrabun, minuman mereka adalah minuman yang murni, sebagaimana mereka telah memurnikan amalan-amalan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan minuman orang-orang muqarrabin dari bahan kaafur, yang mengandung unsur kesejukan dan kekuatan, sesuai dengan kesejukan keyakinan dan kekuatannya yang mengendap di dalam hati mereka dan menembusnya saat berada di dunia, disamping usahanya untuk menjauhkan diri dari Neraka Sa’ir.

Mudah-mudahan kita tidak termasuk dalam golongan orang yang kafir dan kufur terhadap Allah, dan mudah-mudahan kita termasuk golongan Muqarrabun yang beramal untuk menepati ketaatan kepada Allah dan menjalankan hak Allah karena ingin dekat dengan Sang Pencipta atau paling tidak kita termasuk golongan Abrar yang beribadah dan beramal untuk menjalankan kewajiban dari Allah karena takut siksaan Allah dan mengharapkan balasan kebajikan di akhirat kelak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s